Makna Filsafat dalam Arti Luas dan Sempit

0
64

Filsafat merupakan ilmu yang tergolong paling tua. Bahkan filsafat juga (bisa dimaknai) lahir bersama dengan kelahiran manusia. Dan akan terus ada selama kehidupan manusia tetap berlangsung. Jika mengambil pandangan Barat, filsafat lahir dari Yunani Kuno. Karena pada masa itu semua ilmu disebut sebagai filsafat. Merujuk pada kata yunani, secara harfiah, Filsafat terdiri dari philos, yang artinya cinta yang sangat mendalam dan sophia yang artinya kebijakan atau kearifan. Sehingga Filsafat secara harfiah adalah cinta yang sangat mendalam terhadap kearifan atau kebajikan[1]

Menurut istilah umum, filsafat (baca: falsafah) diartikan sebagai suatu pendirian hidup (individu) dan dapat juga disebut sebagai pandangan individu, masyarakat, atau negara[2]. Kita mengenal pancasila sebagai falsafah hidup, berarti pendirian dan cara pandangnya didasarkan pada nilai-nilai pancasila. Oleh karena manusia itu makhluk sosial, maka dalam hidupnya ia akan hidup bermasyarakat dengan berpedoman pada nilai-nilai hidup  yang diyakini bersama. Inilah yang disebut filsafat atau pandangan hidup. Henderson sebagaimana dikutip Sukiyati,  mengemukakan: Populerly, philosophy means one’s general view of life of men, of ideals, and of values, in the sense everyone has a philosophy of life[3].

Untuk mendapatkan gambaran sederhana dari filsafat, kita bisa memaknainya secara luas dan sempit. Menurut Harold Titus, filsafat dalam arti sempit diartikan sebagai sains yang berkaitan dengan metodologi atau analisis bahasa secara logis dan  analisis makna-makna.  Filsafat diartikan sebagai science of science, dimana tugas utamanya memberi analisis secara kritis terhadap asumsi-asumsi dan konsep-konsep sains, mengadakan sistematisasi atau pengorganisasian pengetahuan[4].

Dalam pengertian yang lebih luas, filsafat mencoba mengintegrasikan pengetahuan manusia yang berbeda-beda dan menjadikan suatu pandangan yang komprehensif tentang alam semesta, hidup, dan makna hidup[5]. Sehingga dalam hal ini, filsafat adalah (1) Suatu sikap tentang hidup dan alam semesta, (2) Suatu metode berfikir reflektif, dan penelitian penalaran, (3) Suatu perangkat maslah-masalah, (4) Perangkat teori dari sistem berfikir.

Berfilsafat merupakan salah satu kegiatan manusia yang memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan dan menemukan eksistensinya. Dalam kegiatan ini manusia akan berusaha untuk mencapai kearifan dan kebajikan. Kearifan merupakan buah yang dihasilkan filsafat dari usaha  mencapai hubungan-hubungan antara berbagai pengetahuan, dan menentukan implikasinya baik yang tersurat maupun tersirat dalam kehidupan[6].


[1] Sutarno, diakses dari http://physicsmaster.orgfree.com/Artikel%20Ilmiah%2011.html pada tanggal 24 November 2014, Pukul 16.09 WIB

[2] Sutarno.

[3] Sutarno.

[4] Henderson dalam Sukiyati, Filsafat Pendidikan, Yogyakarta: UNY, Tanpa Tahun, hal. 3

[5] Henderson dalam Sukiyati, Filsafat Pendidikan, hal. 3

[6] Henderson dalam Sukiyati, Filsafat Pendidikan, hal. 4

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here